Tips Memilih Anjing



Anjing merupakan salah satu binatang peliharaan yang menggemaskan. Tak heran banyak orang ingin merawatnya. Lalu bagaimana cara memilih anjing yang sehat atau baik. Seperti nasehat para orang tua, jika ingin mencari jodoh, kita harus mengetahui bibit, bebet dan bobotnya terlebih dahulu. Begitu pula jika kita ingin memutuskan memelihara anjing, kita harus cermat mengetahui jenis, ras, perkembangan anjing tersebut sebelum mengambilnya.

Perkembangan anak anjing


Anak anjing adalah anjing yang masih muda. Ketika dilahirkan, berat anak anjing bervariasi. Mulai dari 0,45-1,4 kg sampai 6,8-10 kg. Umumnya, berat ini akan bertambah seiring dengan perkembangannya.
Saat dilahirkan, indera penciuman anak anjing telah berfungsi penuh. Namun, tidak demikian halnya dengan indera penglihatan mereka. Umumnya, anak anjing baru bisa membuka mata mereka setelah berumur 9-11 hari. Untuk mencari puting susu induknya, anak anjing menggunakan hidung.

Pada awalnya, anak-anak anjing menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk makan, tidur dan beristirahat. Baru pada usia 2-3 minggulah, anak anjing mulai belajar untuk menggeram, menggigit, mengibaskan ekor, dan menggonggong.

Seiring dengan perkembangan mereka selama tiga bulan pertama, anak anjing akan belajar untuk mandiri. Mereka akan tertarik untuk menjelajahi dunia di luar sarang, serta mulai senang bermain gulat dan kejar-kejaran dengan sesamanya. Pada usia 8-12 minggu, umumnya anak anjing mulai terbiasa bersosialisasi dengan manusia. Usia ini sekaligus usia terbaik untuk melatih anak anjing Anda.

Cermat memilih anak anjing
Untuk memilih anak anjing yang tepat, kita harus cermat. Hal apa sajakah yang harus diperhatikan?

  • Hidung. Apakah hidungnya dingin dan basah? Hidung yang basah bisa berarti anak anjing itu sedang pilek. 
  • Gusi. Apa warna gusinya, merah terang atau pucat? Warna gusi pucat dapat bisa berarti anemia atau penyakit cacingan. 
  • Gigi. Apakah giginya bersih dan teratur? Pilihlah anak anjing yang susunan giginya teratur. 
  • Mata. Mata anak anjing harus terang dan jernih. Jika terdapat titik-titik putih atau garis yang pada permukaan mata, ada kemungkinan mata si anak anjing bermasalah. 
  • Lubang telinga. Telinga harus bersih dan bebas bau. Kotoran telinga yang menumpuk dapat menjadi penanda keberadaan kutu telinga atau infeksi. 
  • Perut. Raba perutnya. Jika terasa pembengkakan, ada kemungkinan salah makan atau cacingan. 
  • Pusar atau selangkangan. Adakah tonjolan pada pusar atau selangkangannya? Tonjolan pada pusar atau selangkangan dapat berarti anak anjing terkena hernia. 
  • Detak jantung. Apakah detak jantung anak anjing kuat dan teratur? 
  • Alat kelamin. Alat kelamin harus bersih dan bebas dari iritasi, diare, atau masalah pencernaan lainnya. 
  • Bulu. Bulu anak anjing harus lembut, bersih, dan tidak kusut. Jika ada bengkak, gatal-gatal, atau kotoran di bulunya dapat menjadi penanda adanya kutu atau parasit. 
  • Kaki. Apakah kakinya lurus dan terbentuk baik? Apakah jari jari terbentuk dengan baik? Bagaimana dengan larinya? Apakah larinya baik tanpa pincang? 
  • Buku vaksinasi. Beberapa penyakit fatal kerap menyerang anak anjing pada tahap awal kehidupannya. Pemberian vaksinasi diharapkan dapat memberikan perlindungan dari serangan penyakit yang membahayakan. Tanyakan buku riwayat vaksinasi anak anjing tersebut pada petshop. Di sana tercantum tanggal, jenis vaksin, label vaksin, tanda tangan, dan stempel dokter hewan yang melakukan vaksinasiya.




Responses

0 Respones to "Tips Memilih Anjing"

Posting Komentar

 

Mengenai Saya

Foto saya

Seseorang yang telah lebih dahulu belajar dan mengamati kehidupan dan ingin berbagi kepada orang lain. Bukan berarti saya lebih pintar, hanya ingin berbagi pengalaman.

Satwa

Perlu Ditengok

Return to top of page Copyright © 2013 | Serba Serbi Converted into Blogger Template not original by yobimel